Kamis, 30 September 2010

Kelam

Cahaya bulan menyibak awan kelam, cahaya lembutnya mencoba menyentuhku tapi tetap saja aku tak mampu merasakannya.. awan berarak peralahan menjauh dari kilauan cahaya bintang..semua terlihat menakjubkan malam ini, kecuali satu, hatiku..ia hatiku masih kelam, tertutup awan gelap, hujan deras dan badai datang bersamaan dan semua terlihat menyeramkan.. tak ada cahaya disini,dan lentera tua hanya terlihat menggantung berdebu dan padam inilah keadaan hatiku yang sebenarnya..dan aku tidak ingin keadaan ini menjadi lebih buruk ataupun menjadi lebih baik, aku ingin berhenti disini di sudut gelap ini.. bercerita lagi pada tembok-tembok kehampaan, tak peduli lagi pada semua hal yang sudah kulalui, aku suka suasana seperti ini, aku menikmati perasaan yang hancur ini..acuhkan waktu yang terus berputar begitu cepat...

Ada kalanya satu titik terang mencoba menerobos hatiku, tapi aku tau itu hanya sementara karena sebentar lagi cahaya itu pasti kan menghilang dan menyisakan perih untukku, dengan tatapan kosong aku berusaha bangkit mengusir cahaya itu pergi jauh-jauh..menutup celah, tempat dimana cahaya itu mengusik kamar gelapku..mengusik hatiku yang lembab dan suram…

Aku tidak ingin kau mengerti apa yang sudah terurai disini.terlalu banyak misteri dan teka-teki yang belum terselesaikan disini, pekerjaanku takkan pernah selesai semua bertumpuk-tumpuk seakan tak ada habisnya…biar biarkan semua ini tetap seperti ini, yang sunyi menjadi lebih sunyi yang terasa perih semakin perih, dan semakin menghilang ditelan semua sandiwara yang aku mainkan dalam hidupku agar semua terlihat baik-baik saja..

Sebuah catatan kehidupan yang tidak akan pernah ada dalam ingatan semua orang, yang tidak akan pernah diperhitungkan dan segera dilupakan kemudian dicampakan kedalam api…dan semua kebenaran cerita ini akan kupeluk erat sampai pada akhirnya yang tersisa dariku adalah namaku...

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites