Minggu, 12 Desember 2010

Suatu pagi

Aku memang bukanlah satu-satunya orang yang merasakan kesedihan sehebat ini aku tau pasti lebih banyak orang dilluar sana yang masih berkutat dengan suasana hati yang tak menentu dan tak pernah bisa tidur dengan nyenyak hanya karena mimpi buruk yang tak pernah berhenti untuk menggangu dan membuat semua ini seperti nyata mengikutimu untuk menghentikan langkahmu dan membuatmu terjatuh dan terjatuh lagi…dan mimpi buruk itu sekarang menjadi hal yang nyata didepan mataku. aku masih bertanya adakah aku sudah seperti apa yang seharusnya aku…? Sakit memang saat kita harus merasakan kehilangan apa yang sudah kita pertahankan sejak lama dan kehilangan orang yang kita sayangi…dan melihatnya sekarang bahagia bersama seseorang yang telah dia pilih…disini aku hanya bisa berteriakk “…itu seharusnya aku……..seharusnya kamu tau….cuma aku yang bisa menyayangi kamu…..” aku tersedu, airmataku jatuh dan aku berusaha bersandar di tembok lusuh dan rapuh mencoba menutupi airmata yang terus mengalir dan mengusapnya pun aku tak sanggup, saat harus tau kau bukan untukku…..dan kau telah bersama yang lain…Jalan-jalan yang kulalui terasa semakin berat, lampu-lampu jalan yang berwarna kuning berusaha menyibakkan kabut yang semakin pekat di kota ku asap tebal yang menyessakkan nafas dan menutupi paru-paru ini membuatku semakin lelah untuk bernafas memaksa jantungku untuk bekerja lebih keras untuk sejenak menghadapi kenyataan yang semakin sulit kuterima…ternyata menjadi setia dan percaya pada satu hati menjadi hal yang akan berubah menjadi mimpi-mimpi hampa dan berakhir pada kesendirian yang semakin panjang…satu yang sudah pernah ku ucapkan padamu, hati takkan pernah bisa dipaksakan dan aku takkan paksakan hatimu untukku jika itu bukan untukku…biarlah aku disini menghancurkan hatiku sendiri dan berlari diantara derasnya hujan menyembunyikan airmata ini…darimu,
Besok akan menjadi perjalanan panjang dan aku meninggalkan post ini semua sebelum aku harus pergi dari kota yang penuh asap ini mungkin dalam waktu yang lama….jika memang ini adalah sedih tak berujung suatu saat pasti kutemukan bahagiaku yang tak berujung, dimana aku menemukanmu untuk kesekian kalinya dibawah langit Jakarta yang penuh bintang, aku menemukan senyumanmu yang lebih indah saat aku menemukanmu dulu..walau itu bukan untukku lagi…aku belum menyerah ‘tuk bisa menemui lagi..suatu malam di bulan desember nanti…..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites