Kau mendahuluiku, kau lebih dulu masuk ke dalam jiwaku dan mengobrak-abrik relung hatiku dan menemukan semua jawaban yang kau butuhkan, hatimu begitu tulus menyayangiku sehingga aku tak bisa menyembunyikannya dari polosnya tatapanmu, hatimu begitu peka pada perasaanku, setiap inci dari hidupku telah kau telusuri dan setiap detik yang terlewat diantara kita telah kau catat dalam buku hatimu, semua hal yang buruk dan semua hal yang indah sudah kaudapatkan kini kehadiranku hanya membuat mendung ini menjadi hujan dan membuat hujan ini semakin deras saat kau tau aku mengakui semua hal yang kau katakan semalam ditelingaku…aku harus mengakui hatiku bukan untuk siapa-siapa…hatiku masih berpijak pada masalalu, aku tak tau kenapa harus seperti ini, hatiku terjebak dalam ruang dan waktu, tak bergerak dan terjerembab dalam perasaan yang tak mungkin hilang….maafkan aku atas kesalahanku,
Masa itu merantainya begitu kokoh, sehingga aku yang sekarang mencoba hidup tanpa tau apakah hati ini ada bersamaku, saat aku menyangka langkahku kokoh, ternyata hatiku kosong, hampa tak bernyawa, tak ada degup dijantungku, tak ada darah yang mengalir di nadiku, semua seperti kamar tua yang usang, yang tlah lama ditinggalkan, dengan cat yang sudah luruh termakan usia dan lembab seperti itulah keadaan hatiku sekarang….seperti ruang yang usang.. Aku selalu mencoba membuka jalan yang baru untuk kehidupanku tapi aku belum bisa mengalahkan hatiku, aku tak bisa, aku sungguh tak bisa menemukan jawabannya…sepertinya aku harus melewati seribu tangis untuk mendapat satu tawa…dan saat tlah kudapatkan tawa itu, takkan kubiarkan siapapun merebutnya dariku..vi! aku m mau menyerah











0 komentar:
Posting Komentar