Senin, 31 Mei 2010

Yang kunanti

Aku menengadah memandang langit-langit kamar.Pikiranku melayang jauh.Ku tunggui sebentuk hati yang tak kunjung tiba menjemputku.Masih..dan masih sama seperti waktu-waktuku yang lalu,yang dengan sabar tetap kunanti.Tentang perjalanan waktuku,salahkah bila ku mulai memikirkannya?Membayangkannya datang dengan kedua tangannya tersimpan di belakang tubuhnya,membawa sepenggal cinta yang kelak menjadikannya bersatu dengan setengah yang ada padaku.Betapa bahagianya,jika dia datang pada waktu yang tepat.Saat ku mulai membuka pintuku dan menyambutnya hangat.Inilah aku yang selalu menanti.Dengan kediamanku,aku ingin yang datang padaku adalah dia yang mampu bertahan,menerimaku dan keadaanku,dan mencintaiku dengan tulus tanpa syarat apapun..

Dalam keheninganku,ku senandungkan sebuah sajak untuknya yang ku rindu.
Duhai separuh hati yang Tuhan ciptakan untukku
aku menantimu
di sini..
di kediamanku yang abadi
dengan segala kesucian yang ku simpan untukmu
aku merindumu
menunggumu
dengan segenap kesabaranku
dan ku hias pintu-pintu hatiku
dengan bentuk kasih yang terindah
yang hanya akan ku persembahkan untukmu
untuk pasangan sayap
yang akan membawaku terbang ke dunia keindahan
kan ku abdikan seluruh hidupku untukmu karena-Nya
karena Dia yang memasangkan hati kita
pada sebuah bingkai cinta termanis
bertatahkan ketulusan dan kesetiaan
engkau yang akan menjadikan cinta itu tanpa syarat bagiku
dan aku akan terus setia menunggumu
hingga waktu itu tiba
waktu yang Tuhan ijinkan untuk kita bersatu
Dan aku masih akan setia menantinya, yang nanti akan kupasangkan tubuhku pada potongan tulangnya. Yang kelak akan mencumbuiku, dan akan ku serahkan segenap yang kumiliki untuknya. Hanya untuknya..
Dan kembali ku tatap langit-langit kamarku, terus ku bayangkan kehadirannya yang aku yakini pasti kan datang jika waktunya telah tiba. Waktu terindah, di mana sepasang merpati juga akan tersenyum bahagia melihat bunga-bunga di hatiku.
Inilah aku..
Dengan segenap kesanggupanku menantinya, membawa rangkaian kembang cinta dan kasih untuk keabadian dan gambaran ketulusan atas cinta dan penyatuan yang Tuhan gariskan.
Untuk dia yang ku nanti,untuk dia yang masih berada di tempat yang aku sendiri tak tahu,dan untuk dia yang sampai saat ini belum ku ketahui.


Untuk mu Bidadari kecilku..
.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites