Minggu, 17 Oktober 2010

Melintasi hujan

Aku masih bertahan dalam serbuan badai, untuk hati yang tak pernah mungkin bisa menerimaku.. aku berjuang mengalahkan rasa sakit ini untuk cinta yang tak mungkin kurasakan walau hanya sekejap, aku merasakan suatu hal yang tak mungkin bisa kupungkiri..aku mungkin hanya sebagian kecil dari kamu semua yang sangat pintar membohongi hati dan membuat semuanya terlihat baik-baik saja tapi yang terjadi malah sebaliknya batinku menangis sejadi-jadinya..aku malu terus-menerus menyakiti diriku sendiri hanya untuk seorang yang tak pernah melihat keberadaanku...

Aku bertanya, Apa sebenarnya arti dari semua ini? Apa artinya Tuhan memberikan rasa cinta ini bila hanya untuk melukaiku? Untuk apa aku harus berdoa ditiap malamku untuk seorang yang memalingkan wajahnya terhadap keberadaanku, untuk apa.? Ohh God, kenapa aku harus sebodoh ini yakin dengan hatiku bahwa suatu saat dia sedikit saja menuangkan kasih dalam hatiku, sedikit saja menitikkan cintanya dalam kedahagaanku yang sudah lama kurasakan..

Bilamana semua ini memang harus kurasakan, jengkal demi jengkal hidupku, biarkan aku harus tetap seperti ini..biarkan aku tetap terjaga dan mengawasi dirimu walau hanya dari kejauan, karena hatiku telah bertekuk lutut kepadamu..walau sudah habis semua daya untuk mendapatkan hatimu…setidaknya malam itu aku menjadi laki-laki yang menemanimu di sisa hari-hariku, akulah laki-laki yang menembus batas jarak dan waktu untuk menemuimu, akulah laki-laki yang memainkan gitar dan mengiringimu tuk bernyanyi melawan semua sepi yang pernah kita rasakan.. akulah laki-laki yang terlalu percaya pada cinta yang menyebrangi lautan mengalahkan malam-malam sepi yang selalu menyerangku dalam rindu padamu, akulah seorang yang terus berjalan ditengah hujan ‘diam’ yg selalu kau berikan untukku..
.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites