Selasa, 26 April 2011

Hujan malam ini

Menatap hujan di luar jendelaku..jadi pengen buka jendela nih…hehe….menikmati merdunya bisikan hujan yang turun malam ini membuat aku makin semangat menulis blog ini..sebenarnya ditemani dengan coffe boleh juga..[bikin dulu ahh…] [5 menit kemudian…] jeng jeng segelas kopi hangat sudah siap untuk di srupuut..hahaha….malam ini udara lumayan sejuk ya, setidaknya adem lah..mencoba membalas hari yang begitu panas siang tadi..he…

Walaupun malam ini sepi aku tak merasa sendiri karena suasana hujan malam ini menemani aku dengan sejuknya angin dan suara gemericik air yang turun dari tiap celah atap rumahku mencoba menyentuh tiap ruas depan rumahku…

Lampu disudut jalan ini terlihat pucat dibayangan yang tercetak di temaramnya bulan…mencoba mengurai suasana komplek ini dalam sebuah file word yang selalu tersaji dalam ruang dan pandang yang melihat ke segala arah..ada seorang ayah yang menemani anaknya duduk didepan teras mencoba bercerita tentang indahnya hidup dan diselingi dengan sebuah tawa dengan tiap senyum yang dia berikan pada anaknya..suatu suasana tentram saat kau tau itu semua adalah sebuah cinta…iya.. cinta yang menghangatkanmu saat orang yang kau cintai ada disampingmu memberikan tawa terbaiknya padamu sambil menikmati tiap hujan yang turun dikotamu….[ senyummu menghangatku dikala hujan ]

Aku tak menampik semua malamku adalah musuhku yang selalu mengajakku berkelahi untuk mengalahkan kesendirianku..aku selalu benci untuk merindunya walau aku tau malam berdiri benar bahwa aku benar-benar sangat merindunya…but it’s allright…selama hujan selalu ada untuk selalu setia menemaniku dalam setiap cerita senang dan sedihku…. “ Aku gpp kok..” [boo’oong neh….]

Disini disisi jendelaku aku menulis semua ini bukan karena mengusir sepi tapi sebuah aktifivitas yang aku sukai yaitu duduk memandang malam yang tak lagi sunyi saat aku mulai mendengarkan lagu tentang hujan..bernyanyi gak karuan dengan modal gitar bolong dan membuat kebisingan di komplek ini menjadi hobiku…[ketaaauaan anak komplek yang tidak tenggang rasa…nilai kewiraan saat kuliah dulu jeblook…] hehe…

Kemana perginya bintang saat hujan turun ya..? emang ga bisa bareng gitu..? aku takkan berbuat apa-apa atau memaksa hati itu saat hati itu memang bukan untukku aku tau itu, sampai suatu saat dia tau aku masih disini dibawah hujan ini aku tegar berdiri menunggumu didepan pagar rumahmu….. kuyup dalam tiap acuhmu kedinginan dalam diam yang kau berikan dan setia dalam tiap bintang yang pernah kau ceritakan padaku..dan aku akan berteriak..”….akuuuuuuuuu beeluuuuuuuuuuuum menyeraahhhhhhh…..16x ” [people say : “..udaaa gila ni anak…”]

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites