senja ini begitu membingungkan aku menjadi frustasi untuk mendiskripsikannya dalam selembaran file word yang biasanya aku buat disetiap sisi kosong waktuku…kembali ke jaman dulu..hehe..saat aku masih menulis disebuah lembaran buku dan ditemani dengan ballpoint boleh nemu di kampus…[hahhaa ya ga lah..punya sendiri kalii] tapi dari sma aku juga udah suka nulis dari hal yang ga penting, hal yang tak terlupakan sampai hal yang ga membuat emosiku naik tak karuan..meraung raung saat tau tak semua apa yang aku harapkan mampu terjadi…
senja ini aku merasa ada yang aneh dengan diriku..seperti suasana alam yang sudah tak lagi seperti biasanya akibat global warming yang semakin parah yang membuat siklus musim pun ikut kacau..dimana kita tak lagi mampu memprediksi apakah hari ini akan terjadi golden sunset atau akankah cahaya senja tak lagi berwarna ungu..tapi dari atas balkon rumahku aku selalu tersenyum saat senja telah datang dan menyilaukan aku dengan kilauan cahaya ungu dan ke kuning-kuningan seakan mengucapkan selamat datang pada malam dan membiarkan malam datang dalam cahaya suram tuk taklukanku dalam derasnya rindu untukmu..ia tiap malam suasana ini kian khas di hatiku..tak ada yang mampu menyadari apa yang terjadi di hatiku..
saat hujan juga turun dimalam hari dan aku tak mampu berbuat apa-apa aku hanya termenung disisi jendela untuk tetap berbisik pada diriku sendiri sejauh mana yang kulakukan ini adakah dia tau keadaan ini semakin meracuniku..membuatku gemetar dalam tiap saat dimana kondisi tak lagi berpihak padaku dan semua yang ada hanya bisa mengingatkanku padamu..sejujurnya aku bencii itu semua tapi memang benar..aku merindukanmu
Semua mata memojokkan aku,semua suara menghentakku seperti semua ini terjadi karena aku semua ini hancur karena aku dan aku menjadi seorang yang tak berguna suara ku adalah suara tak berguna karena semua rasa peduli untukku tak ada lagi bahkan setiap pundak yang disediakan padaku saat aku lemah pun telah branjak entah kemana, smua tamparan tertuju padaku semua ludah dan caci maki berhamburan atasku semua menghancurkanku menghancurkan semangatku..God dimana kah aku menemukan semangatku yang hilang ini…? dimana aku bisa mendapatkan titik dimana aku harus beristirahat..? aku benar-benar telah lelah dan tak mampu lagi berjalan. Malam ini aku bersembunyi dalam tangis dibawah hujan yang semakin deras tak tertahankan..dan tetes hujan yang menderu bertubi-tubi melukaiku..it’s my P.A.I.N
Saat ini aku merasa sangat tidak berguna, aku terlalu sombong untuk tau akan takdirku hingga aku harus terjatuh dan kembali terjatuh disudut hatiku yang semakin parah karena perbuatanku sendiri, dan akhir dari semua ini adalah aku menjadi seorang pecundang kembali menjadi pecundang dan akulah pecundang itu…
Sudut hatiku mentertawakanku atas segala kesalahanku, mencibirku lebih dalam bahkan melampaui mimpiku tiap tidurku terusik aku semakin lusuh oleh waktu…tak adakah yang mau memperhatikanku…?
awan kelabu masih beriring di atas jendela kamarku..mencoba melukiskan yang tlah terjadi hari ini dalam tautan wajah senja di jakarta..entahlah itu sebuah senyuman atau sebuah cibiran.. senja itu semakin berlalu..dan aku tak mau melewati semua ini..karena aku tak pernah tau kapan lagi aku mampu menikmati senjaku yang selalu sendiri dan kosong seperti ini..ada suatu ruang tersembunyi dalam senja ini yang hanya aku tau siapa yang bisa menemani aku saat senja berganti malampun tiba dan kehangatan secangkir kopi hangat menemaniku disini..hingga nanti hingga malam tiba dan udara dingin pun datang mengantarkan aku pergi masuk dan menutup jendelaku…. dan aku belum menyerah...










0 komentar:
Posting Komentar