Kamis, 07 April 2011

Jiwaku tertinggal ...

Aku berdiri lagi dibawah hujan kesedihan di pucuk pagi yang sunyi ini…angin dingin berlomba-lomba menusuk ragaku membuatku menggigil dalam kesendirian yang sudah sering kurasakan… kepada malam yang berlalu dan pagi yang baru saja tiba aku ingin mengucapkan : “…trimakasih sudah setia menemani aku dan sahabatku yaitu kesepian..sampaikan salamku pada bulan yang nampak terdiam dan katakan padanya aku sudah terbiasa dengan semua ini..jadi jangan pernah membujukku tuk pergi dari sini karena aku tidak akan pernah melakukannya, aku menyukai saat-saat seperti ini..”

Namun saat ini aku merasakan, aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu..aku yang selalu penuh dengan kreativitas tuk menaklukan cinta, imajinasi tuk bisa merealisasi semuanya ke dunia nyataku.. aku menjadi seorang yang pesimistis akut…dan malah lebih parah dari itu..aku menjadi seorang yang phobia bermimpi bahwa suatu saat kebahagian ‘kan menculikku dan menjauhkan kesepian ini dariku.., aku sudah tidak percaya akan menemukan sedikit serpihan keajaiban..atau peri cinta tiba-tiba nyelonong menaburkan serbuk ajaib diatasku kemudian aku bisa menjadi seorang yang percaya akan harapan dan cinta. (najis baget frosa ini)..

Tertatih langkahku setelah aku kehilangan kepercayaanku, kini aku menjadi seorang yang mudah menyerah dan putus asa dengan dalih tidak memaksakan hati siapapun tuk menerima aku. Aku selalu mundur tuk mendapatkan apa yang di inginkan hatiku..aku ingin menutup kisah tragis tahun ini dengan ceritaku di kota jakarta…itu sudah lebih dari cukup dan mungkin itu nyali terakhirku percaya bahwa aku memang pantas tuk sakit hati, dan sepertinya aku akan mengawali tahun ini dengan kesedihan..

Hal yg sering ku amati, kota yang sepi, seperti kota mati…lampu jalan yang menyala yang nampak dibalik jendelaku seakan terkekeh-kekeh mentertawakan kehidupanku yang tak jauh dari kesedihan, yang nampak terlampau berat tuk aku tanggung… ia, tertawalah sesukamu..aku tidak peduli..!

Inilah yang aku rasakan : ragaku disini di masa ini tapi hatiku seakan tertinggal dimasa lalu..masa dimana aku selalu tersenyum, tertawa dan tidak merasakan kehampaan yang panjang seperti ini.. masa itu kini telah berlalu, aku mengetahuinya tapi entah kenapa sepertinya tidak dengan jiwaku yang terjebak mesin waktu dan tak mampu kembali lagi….i’ve been move on but my soul left behind and no one can help me..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites