Kamis, 07 April 2011

Ketika melodi itu mati

Sudah pagi namun aku tak jua terlelap, satu sudut fajar sudah mulai menyingsing udara dingin mulai menusuk pori-pori kulitku…aku menatap jendelaku yang berkabut setelah dirundung hujan semalaman ini,.. menatap langit yang terlalu pekat, mataku tertuju pada jalan yang sepi dan tiang listrik yang diam seakan menggigil kedinginan… pagi yang biasa ku lalui dengan insomniaku yang kambuh lagi….damn..!

Sebelum pagi ini benar benar merenggut malam..aku masih ingin bercerita, suatu waktu saat aku pergi dimana aku tak akan mengambil waktu yang sudah kugunakan saat itu, mungkin aku terlalu gegabah tuk menunjukan isi hatiku…saat semua perjalanan itu hanya berakhir pada yang aku harus berjalan pulang dengan muka yang tertunduk…hujan tidak mengiring aku dan sakit hatiku.. sejak saat itu aku berpikir ini semua sudah berakhir…entah apa aku benar-benar harus mengakhiri semua mimpi-mimpi gilaku yang kurasa terlalu tinggi…ada yang berkata padaku, menyerah adalah jalan pulang bagi siapa saja yang berputus asa menemukan jalan yang lain.. apakah aku harus kembali pulang..? dan tak pernah mencoba lagi..?

Hidupku sekarang seperti piano yang kehilangan salah satu tuts tuk bisa memainkan melodi yang indah…dan nada yang dikeluarkan piano itu semakin lama semakin janggal tuk di dengar.. terdengar seperti rintihan kepedihan batin yang terluka dalam, seperti pekikan dalam kesunyian malam yang tak kunjung padam… Harapan semakin gersang, dan aku telah jatuh terlalu dalam kedalam harapanku yang semakin tidak berdasar.. aku seperti membodohi diriku sendiri… aku kehilangan semuanya saat aku membutuhkannya…

Aku semakin kehilangan arah….penunjuk jalan yang kuharapkan tak juga tiba pada waktunya dan aku semakin tersesat, tersesat di dalam sakit hatiku, tak bisa lagi menemukan jalan ketenangan, tak tau lagi bagaimana cara tersenyum, tak mampu lagi menyambut hangatnya kasih sayang….aku semakin tak sadar berjalan menuju jurang yang terjal dan suram…

Tuhan, Kau tau aku terlalu bodoh untuk hal yang sudah Kau rancang….beritahu aku bagaimana cara agar aku bisa masuk dalam rencana-Mu dan berhenti menghujat diriku sendiri, buat aku bisa mengasihi lagi….…aku tak bisa memaafkan diriku… aku tak bisa meninggalkan kekosongan ini, aku belum siap tuk keluar dari sini….aku tidak bisa…

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites